Cara Merawat Flashdisk Biar Awet


Cara Merawat Flashdisk Biar Awet - Flasdisk adalah teknologi penyimpanan sekunder. Flash memory merupakan media penyimpanan yang sangat praktis, karena selain bentuknya yang kecil dan ramping juga memiliki kapasitas penyimpanan yang lumayan besar, selain itu juga pemasangannya sangat mudah yaitu menggunakan port universal serial bus (USB).
 
Pertama, jauhkan dari medan magnet yang kuat. Barang elektronik seperti speaker aktif, handphone atau televisi tidak baik diletakkan berdekatan atau kontak langsung dengan flashdisk. Hal ini disebabkan karena flashdisk memiliki komponen sistem yang susunannya sangat detail dan terbuat dari sejenis besi atau logam. Jadi, bila didekatkan dengan magnet atau benda yang mengandung magnet, akan mengganggu komponen flashdisk yang ada di dalamnya.
 
Kedua, jangan lupa rutin scan virus. Ini juga penting untuk flashdisk. Sebisa mungkin flashdisk
discan dengan rutin, agar kita mengetahui ada atau tidaknya virus yang bersarang pada flashdisk kita. Bukan tidak mungkin, file-file kita bisa terinfeksi virus atau bahkan laptop kita ikut tertular dari flashdisk kita.
 
Ketiga, bila tidak terlalu penting dan emergency, hindari mengedit langsung data langsung dati
flashdisk. Ini bisa mengurangi umur flashdisk. Alternatifnya copy paste data di komputer, kemudian diedit dan setelah selesai baru kembali dicopy ke flashdisk.
 
Keempat, jangan sampai terkena air. Minimalkan flashdisk kontak langsung dengan air. Meskipun ada beberapa merk yang anti air, sebaiknya bermain aman jauhkan dari air. Percaya atau tidak, saya pernah mengalami kejadian 2 tahun lalu. Flashdisk saya terendam bersamaan dengan cucian saya. Saat itu saya sangat panik karena didalamnya ada data-data perkuliahan yang sangat penting. Mencoba untuk tenang dan tidak panik, saya berusaha mengeringkan flashdisk tersebut dengan cara mengelap dan memberi angin dengan kipas angin selama beberapa jam. Awalnya saya ragu, apakah flashdisk saya bisa digunakan lagi atau tidak. Saya memberanikan diri untuk membuka casing flashdisk dan kembali mengeringkannya dengan kipas angin. Keesokan paginya, saya coba menggunakan flashdisk itu. Dan ternyata, syukur demi syukur. Flashdisk saya masih bisa digunakan. Meskipun masih dalam keadaan telanjang tanpa casing, flashdisk saya masih bisa digunakan dengan baik. Betapa mujurnya saya...:) Jadi, bila Anda merasa terkadang kurang mujur ada baiknya mengikuti saran keempat ini.
 
Kelima, proses eject/stop. Setelah pemakaian flashdisk selesai, usahakan eject/stop flashdisk
Anda melalui Safety remove hardware. Hindari melepas langsung flashdisk dari port usb karena siapa tahu ada proses read/write yang sedang berjalan sehingga akan berpengaruh pada arus listrik yang mengalir.
 
Keenam, hindari benturan keras. Berapa kali Anda menjatuhkan flashdisk Anda? Tentu Anda
saja yang tahu jawabannya. Sama halnya seperti kita, bila flashdisk kita sering jatuh apalagi dari tempat yang tinggi tentu akan menyebabkan rusaknya komponen yang ada di dalamnya.
 
Ketujuh, jaga suhu flashdisk. Ini juga bagian yang cukup penting. Sebisa mungkin kita dituntut
untuk menjaga suhu flashdisk kita agar tetap pada suhu normal. Flashdik sangat rentan pada
suhu yang panas, usahakan tidak meletakkannya didalam sadel motor atau kontak langsung
dengan sinar matahari. (ka)

0 komentar: